Konsep awal pemilik adalah membuat rumah makan dengan menu makanan peranakan yang bahannya berbasis dari tanaman hidroponik. Pemilik ingin mempopulerkan konsep bercocok tanam hidroponik di lahan terbatas, lebih jauh mengajak masyarakat semakin sadar pentingnya bahan pangan yang organik bahkan sampai mampu menyediakan bahan pangan sendiri. Lokasinya yang masih cukup asri di dekat persawahan dan berada di daerah sub-urban, diharapkan mampu menciptakan tempat nongkrong sambil makan yang nyaman (cozy place).
Desain bangunan dirancang terbuka, ringan, dan tropis. Style bangunan dirancang modern kontemporer dengan beberapa sentuhan lokal tradisional dan retro de-stijl. Sentuhan lokal diterapkan pada bentuk atap pelana dengan sedikit modifikasi transformasi di mana salah satu ujung diangkat-diperbesar sedangkan ujung yang lain diturunkan-diperkecil. Sentuhan retro (de-stijl) diterapkan pada beberapa elemen ornamen kaca dan jendela.
Karena tidak hanya berfungsi sebagai resto, tapi ada sedikit tambahan fungsi rumah tinggal sementara untuk sang pemilik, maka desain bangunan dirancang multi-massa. Bangunan tempat makan dibagi menjadi beberapa lokasi, yaitu: di bangunan zona depan, bangunan zona belakang, area makan outdoor, dan 2 gazebo di tengah kolam. Area untuk hidroponik dipusatkan di belakang yang secara visual masih terlihat dari semua area tempat makan. Untuk bangunan penunjang restoran yaitu zona dapur dan zona pengelola diletakkan di sisi belakang, sedangkan fungsi rumah tinggal sementara sang pemilik dirancang di lantai 2 di atas zona kantor. Hal ini dilakukan agar tetap dapat menciptakan ruang terbuka hijau yang cukup banyak sekaligus menjaga privasi pemilik dan memisahkan dari area publik di lantai bawah.