Sesuai karakteristik dan profesi pemilk rumah yang merupakan seorang notaris, inspirasi rumah yang diinginkan adalah rumah yang anggun, elegan, namun tidak mudah termakan waktu. Karena rumah adalah tipologi yang sangat khas dan spesifik, maka untuk menggali kebutuhan ruang serta detail-detail yang ingin diwadahi, maka dilakukan diskusi dan interview yang intensif dengan tiap anggota keluarga. Berdasarkan hasil eksplorasi ini diketahui bahwa kebutuhan ruang yang akan diakomodasi lebih dari sekedar rumah biasa, karena adanya fungsi-fungsi tambahan seperti ruang kantor, gudang arsip, musholla, ruang gym, dan kolam renang.
Ide dan aspirasi pemilik ini direspon dengan mengusung konsep “Queen House – Classic Modern House”. Bentuk bangunan dirancang massif dengan skala dan proporsi bukaan yang besar serta kombinasi penggunaan pilar-pilar besar, seperti yang menjadi ciri khas bangunan-bangunan bergaya klasik. Agar karakteristik gaya arsitektur klasik yang ditampilkan tidak terlalu rumit dan berat, tapi juga mampu mendukung gaya arsitektur modern yang akan diakomodasi, maka ornamen yang ditampilkan cenderung mengambil bentuk geometri sederhana, tanpa motif ukiran maupun bentuk lengkung/arch yang terlalu banyak. Sedangkan, konsep arsitektur modern diterapkan pada pola tata ruang yang bebas, tidak simetris seperti yang terjadi pada bangunan-bangunan klasik, dan aplikasi material baru/modern yang menunjukkan nuansa kekinian.