Berada di ruas utama Jalan Malioboro memberikan nilai lebih tersendiri bagi bangunan toko ini. Tetapi di sisi lain, hal ini memberikan batasan dan tantangan tersendiri dalam rancangan toko yang harus mengakomodasi karakteristik langgam arsitektur setempat, yaitu arsitektur kolonial dengan kombinasi elemen arsitektur jawa atau arsitektur oriental. Pemilik memiliki dua kavling toko sekaligus yang saling bersebelahan satu sama lain.
Dengan pertimbangan bisnis ke depannya, untuk mengantisipasi adanya kemungkinan penggunaan sebagai dua toko yang berbeda, maka desainya tata ruangnya pun dibagi menjadi 2 bangunan terpisah. Meski secara ruang terpisah, namun dari sisi fasade bangunan dirancang tipikal/mirror antar satu bangunan dengan bangunan di sebelahnya dengan tujuan menunjukkan identitias bahwa kedua bangunan tersebut identik dengan pemilik yang sama.