Setelah tahap desain masterplan selesai, ternyata pihak manajemen RS Permata Hati Metro memperoleh persetujuan untuk membuka Pelayanan Reproduksi dengan Bantuan atau kehamilan di luar cara alamiah, yang biasanya dikenal dengan istilah IVF (In Vitro Fertilization). Karena fasilitas ini belum terakomodasi dalam desain masterplan sebelumnya, maka berdasarkan diskusi dan kesepakatan dengan manajemen rumah sakit, diputuskan menggunakan lahan bangunan rumah tinggal pemilik RS yang masih berada dalam site yang sama. Bangunan rumah tinggal pendiri RS dibongkar dan dirancang ulang menjadi Klinik Eksekutif Ingin Anak yang merupakan bagian dari layanan sub-sub-spesialis RS Permata Hati Metro.
Agak berbeda dengan konsep masterplan bangunan utama, bangunan IVF didesain dengan konsep tampilan yang sangat mencolok dibandingkan bangunan-bangunan lain dalam kompleks RS Permata Hati. Tujuan yang ingin dicapai pihak RS adalah menarik pandangan dan perhatian masyarakat dengan warna yang mencolok. Fasilitas klinik IVF yang terdapat di dalamnya, meliputi: klinik konsultasi obsgyn, klinik psikologi/konselling, ruang suntik-obat, doctor lounge, ruang persiapan Tindakan, ruang inseminasi, ruang sperm collector, ruang tindaka OPU (Ovum Pick Up), laboratorium IVF, laboratorium Andrologi, dan ruang recovery.