Karena lokasinya yang tidak berada di pinggir jalan utama, dan kondisi sekitarnya bukan kawasan pada penduduk serta tidak adanya kekhasan/karakter desain yang khusus, maka desain tampilan rumah sakit dirancang dengan bentuk modern kontemporer serta adanya sentuhan islami. Hal ini dilakukan agar bangunan rumah sakit ini terlihat menarik dan menonjol, namun tetap bersahaja. Di sisi lain, karena keterbatasan lahan site dan perkiraan pendanaan awal, maka desain rumah sakit ini dibagi menjadi 2 tahap. Dalam Masterplan, rumah sakit ini dirancang sebagai RS Kelas C, tetapi pada tahap pertama, rumah sakit ini dibangun sebagai RS Kelas D dahulu.
Salah satu konsep desain yang diangkat dalam rancangan rumah sakit ini adalah adanya penerapan EBD (Evidence Based Design). Dari banyak metode pencapaian EBD, salah satu yang coba diterapkan adalah optimasi visibilitas melalui penggunaan bukaan jendela dan view yang luas dari ruang dalam ke ruang luar. Hal ini diyakini dapat mempengaruhi psikologi pasien dan kemungkinkan mempercepat proses penyembuhan. Oleh karena itu, banyak digunakan elemen fasade kaca dan bukaan jendela pada sisi luar, untuk memaksimalkan view keluar bangunan.