Back to top
Live Chat

Zeppelin Eatery & Cafe

  • Lokasi / Location: Solo, Jawa Tengah
  • Luas Lahan / Site Area: 237,00 m²
  • Luas Lantai / Floor Area: 207,10 m²
View more

Menanggapi kebutuhan tempat nongkrong dan makan yang unik di kota Solo, maka perlu rancangan cafe dengan konsep tematik yang spesifik dan unik. Ada 3 konsep tematik yang ditawarkan, yaitu: Red London Bus, Titanic, dan Zeppelin. Konsep balon udara Zeppelin dipilih sang pemilik karena memberikan kesempatan eksplorasi tema turunan yang lebih variatif dan jangkauan umur konsumen yang hadir, agar sesuai karakter menu yang cenderung didominasi western food. Dari diskusi yang intens dan diinspirasi lagu Sherina “Balon Udara” ditentukan ada 6 scene lokasi interior – eksterior untuk menikmati hidangan yaitu: spot coffee cafe di ruang dalam, makan di teras rumah, makan sambil berayun, piknik di ladang hijau, naik di atas balon udara, dan duduk di bawah balon udara. Dengan mempertahankan karakter fasade asli bangunan yang bergaya kolonial, kombinasi unsur modern kontemporer berupa balon – balon udara sebagai foreground menjadi sebuah penghargaan pada arsitektur lama serta mampu memberikan ciri yang unik sebagai identitas tersendiri bagi Zeppelin Cafe.

Gaya arsitektur Eropa dari style Victorian, Edwardian, sampai Art-Deco menjadi acuan style dan tatanan interior, baik di interior maupun di eksterior buatan dalam bangunan. Pada ruang terdalam, untuk menciptakan suasana makan di teras rumah dibuat eksterior fasade buatan yang menampilkan seakan dikelilingi bangunan, plaza, dan jalan. Penggunaan street furniture berupa lampu kuno dan kursi zaman Victorian mampu menambah kuat cita rasa klasik. Sedangkan untuk menciptakan kesan luas pada area makan di taman hijau, dipasang cernin besar guna memanipulasi pandangan seakan lebih lapang. Di sisi samping, disediakan tangga naik ke lantai mezanine supaya tamu dapat masuk ke keranjang balon udara dan menatap ke bawah seakan sedang terbang di atas pepohonan, plaza, dan taman hijau. Di sisi lain di lantai mezanine, juga disediakan area makan dengan suasana balkon lantai atas salah satu rumah kolonial. Beberapa sentuhan elemen modern kontemporer pada sisi interior untuk tetap memberikan tampilan kekinian diterapkan pada desain rak buku, bentuk meja makan, dan desain area bar.